Yeni's Blog

welcome to my story, my inspirations, and all about ME.Bagi temen - temenku yang berkenan baca blog ini, met baca aja yach

Jumat, 30 Oktober 2009

inter...............

tiada awal dan akhir, tiada sebab dan akibat, tiada ruang dan waktu
yang ada hanyalah ADA, terus bergerak, berevolusi, dan berekspansi
sia-sia lah orang yang menjadi batu di arus ini
yang hanya menginginkan kepastian
tapi justru di dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya, menggunakan potensinya untuk berkembang.

Read more...

Jumat, 23 Oktober 2009

Why???

Disaat seperti ini
Ijinkan aku mempertanyakan
Dimana kau letakkan aku
Adakah aku seharga cincin
Yang melingkar manis di kelingkingmu
Ataukah seperti rembulan disiang hari
Yang tak indah lagi bila kau lihat
Ataukah namaku
Hanya melintas sekilas di waktu kosongmu
Untuk kemudian menyublim
Seperti arwah tersedot surga
Mengertikah kini dirimu, Dear
Karna itulah aku ingin hidup nyata..............

Read more...

Rabu, 21 Oktober 2009

"About The Time"

24 jam, 365 hari, itu cuma satuan. Tapi coba kita sedikit lebih akrab dengan waktu. Bukan cuma di lihat dari sisi mekanisnya saja, tapi dari sisi yang lebih pribadi. Kalau kata Einstein, waktu itu seperti karet, elastis. Ada 3 perspektif disini. Pertama, waktu yang mekanis. Tik-tok tik-tok, jam di dinding. Kedua, waktu yang relatif. Dan ketiga, waktu yang ilusif. Bertolak dari premis bahwa waktu itu tidak ada. Jadi pertama adalah kemarin dan kemarin adalah ilusi., tahun lalu cuma ilusi, hari ini juga ilusi. Generator acak ini bisa kita rasakan waktu kita benar-benar bangun dari tidur. Kosong, dan tidak ingat apa-apa. Sampai akhirnya corteks membanjiri kita dengan berbagai informasi, mengingat nama kita siapa, sejarah kehidupan kita bagaimana, hartamu apa saja, dsb.
Kita ingat waktu kosong itu, cepat sekali. Kurang dari satu detik. Waktu adalah konsep hasil terjemahannya korteks. Dan ingat, otak kita melakukannya di bawah sadar, semacam servis cuma-cuma. Karena kita tidak sanggup mengerti arti keos yang sebenarnya. Yaitu? Kekekalan, dan korteks menerjemahkannya maenjadi masa lalu, masa sekarang, masa depan. Mati dan hidup tak lebih dari sekedar pengalaman.
Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. Tapi lucunya konsep waktu di munculkan manusia di level pikiran, bukan fisik. Sel sendiri tidak mengenal konsep waktu. Tanpa ada sangkut pautnya dengan hitungan detik.Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktudan setuju untuk mengikutinya. Masa lalu, masa sekarang, masa depan, sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal, yaitu "kekekalan". Nah kalau masa depan cuma ilusi, bagamana dengan ramalan, clairvoyance, horoskop, dan sejenisnya itu?
Dalam kekekalan hadir segala-galanya. medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. Namun kita menjalaninyadengan tendensi. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. Tidak ada kemutlakan.Tapi pointnya adalah potensi yang termanifestasi dan tidak, nilainya sama-sama saja. Tidak menjadikan yang satu lebih penting daripada yang lain. Itulah dahsyatnya "kekekalan".

Read more...

What is LOVE????

Cinta?? Cinta adalah energi dasar, tunggal.Kebencianpun berasal dari energi yang sama,hanya saja mengalami proses saturasi. Cinta sesungguhnya satu zat yang sama dengan kadar polusi yang berbeda-beda. Polusi itu tercipta di pikiran kita. Jadi, pemilihan tadi lenyap,maka yang ada hanyalah "mengalami". Cinta adalah mengalami. Ingin "mengalami" adalah hasrat yang paling dasar. Suatu yang agung dan subtansial ingin mengalami, dan jadilah semua ini. Ia mengalami dan melalui kita.

Read more...

Senin, 19 Oktober 2009

Aku Merasa Aneh

Read more...

Malioboro

Malioboro, Bernostalgia di Surga Cinderamata

Membentang di atas sumbu imajiner yang menghubungkan Kraton Yogyakarta, Tugu dan puncak Gunung Merapi, jalan ini terbentuk menjadi suatu lokalitas perdagangan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono I mengembangkan sarana perdagangan melalui sebuah pasar tradisional semenjak tahun 1758. Setelah berlalu 248 tahun, tempat itu masih bertahan sebagai suatu kawasan perdagangan bahkan menjadi salah satu ikon Yogyakarta yang dikenal dengan Malioboro.

Terletak sekitar 800 meter dari Kraton Yogyakarta, tempat ini dulunya dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Kraton melaksanakan perayaan. Malioboro yang dalam bahasa sansekerta berarti "karangan bunga" menjadi dasar penamaan jalan tersebut.

Diapit pertokoan, perkantoran, rumah makan, hotel berbintang dan bangunan bersejarah, jalan yang dulunya sempat menjadi basis perjuangan saat agresi militer Belanda ke-2 pada tahun 1948 juga pernah menjadi lahan pengembaraan para seniman yang tergabung dalam komunitas Persada Studi Klub (PSK) pimpinan seniman Umbul Landu Paranggi semenjak tahun 1970-an hingga sekitar tahun 1990.

Surga Cinderamata

Menikmati pengalaman berbelanja, berburu cinderamata khas Jogja, wisatawan bisa berjalan kaki sepanjang bahu jalan yang berkoridor (arcade). Di sini akan ditemui banyak pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya. Mulai dari produk kerajinan lokal seperti batik, hiasan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu (gantungan kunci, lampu hias dan lain sebagainya) juga blangkon (topi khas Jawa/Jogja) serta barang-barang perak, hingga pedagang yang menjual pernak pernik umum yang banyak ditemui di tempat perdagangan lain. Sepanjang arcade, wisatawan selain bisa berbelanja dengan tenang dalam kondisi cerah maupun hujan, juga bisa menikmati pengalaman belanja yang menyenangkan saat menawar harga. Jika beruntung, bisa berkurang sepertiga atau bahkan separohnya.

Jangan lupa untuk menyisakan sedikit tenaga. Masih ada pasar tradisional yang harus dikunjungi. Di tempat yang dikenal dengan Pasar Beringharjo, selain wisatawan bisa menjumpai barang-barang sejenis yang dijual di sepanjang arcade, pasar ini menyediakan beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Selain produk lokal Jogja, juga tersedia produk daerah tetangga seperti batik Pekalongan atau batik Solo. Mencari batik tulis atau batik print, atau sekedar mencari tirai penghias jendela dengan motif unik serta sprei indah bermotif batik. Tempat ini akan memuaskan hasrat berbelanja barang-barang unik dengan harga yang lebih murah.

Berbelanja di kawasan Malioboro serta Beringharjo, pastikan tidak tertipu dengan harga yang ditawarkan. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.

Benteng Vredeburg dan Gedung Agung

Di penghujung jalan "karangan bunga" ini, wisatawan dapat mampir sebentar di Benteng Vredeburg yang berhadapan dengan Gedung Agung. Benteng ini dulunya merupakan basis perlindungan Belanda dari kemungkinan serangan pasukan Kraton. Seperti lazimnya setiap benteng, tempat yang dibangun tahun 1765 ini berbentuk tembok tinggi persegi melingkari areal di dalamnya dengan menara pemantau di empat penjurunya yang digunakan sebagai tempat patroli. Dari menara paling selatan, YogYES sempat menikmati pemandangan ke Kraton Kesultanan Yogyakarta serta beberapa bangunan historis lainnya.

Sedangkan Gedung Agung yang terletak di depannya pernah menjadi tempat kediaman Kepala Administrasi Kolonial Belanda sejak tahun 1946 hingga 1949. Selain itu sempat menjadi Istana Negara pada masa kepresidenan Soekarno ketika Ibukota Negara dipindahkan ke Yogyakarta.

Lesehan Malioboro

Saat matahari mulai terbenam, ketika lampu-lampu jalan dan pertokoan mulai dinyalakan yang menambah indahnya suasana Malioboro, satu persatu lapak lesehan mulai digelar. Makanan khas Jogja seperti gudeg atau pecel lele bisa dinikmati disini selain masakan oriental ataupun sea food serta masakan Padang. Serta hiburan lagu-lagu hits atau tembang kenangan oleh para pengamen jalanan ketika bersantap.

Bagi para wisatawan yang ingin mencicipi masakan di sepanjang jalan Malioboro, mintalah daftar harga dan pastikan pada penjual, untuk menghindari naiknya harga secara tidak wajar.

Mengunjungi Yogyakarta yang dikenal dengan "Museum Hidup Kebudayaan Jawa", terasa kurang lengkap tanpa mampir ke jalan yang telah banyak menyimpan berbagai cerita sejarah perjuangan Bangsa Indonesia serta dipenuhi dengan beraneka cinderamata. Surga bagi penikmat sejarah dan pemburu cinderamata. (YogYES.COM: R. Syah)

Read more...

This's My Friend

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP