Yeni's Blog

welcome to my story, my inspirations, and all about ME.Bagi temen - temenku yang berkenan baca blog ini, met baca aja yach

Sabtu, 08 Mei 2010

dewi

Ini ni,,,,my favourite novel. Bagi aku,,, ini bukan hanya sebuah novel. Tapi juga bisa dikatakan sebagai buku sains. Banyak banget hal yang ku dapat dari buku ini,,yah seperti wawasan tentang keos, apa itu cinta, berbagai puisi yang sangat bagus, dan romantis..


Ada juga si puisinya yang sudah aku tulis di dalam blog ini. Bahasanya yang mengalir dan ditulis dengan bahasa sains, penuh kata2 romantis, sehingga ga bosan membacanya.



Pokoknya dapetin deh bukunya,,,, rugi deh kalo kalian ga baca!!!!

ni ada sedikit kutipannya.....



Kisah dimulai dari pertemuan dua tokoh, Dhimas dan Ruben, yang bersua di Washington DC dan kemudian bermetamorfosis menjadi sepasang kekasih. Pada hari jadi mereka yang ke-10, mereka berkolaborasi membuat sebuah novel berbasiskan sebuah dongeng kanak-kanak berjudul “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”. Sementara itu, seorang eksekutif muda bernama Ferre dikisahkan terlibat hubungan cinta dengan seorang reporter bernama Rana yang telah menikah. Hubungan cinta itu menjungkirbalikkan hidup Ferre dan memaksanya menelusuri masa kecilnya yang pahit. Pada sisi lain, peragawati dan model terkenal bernama Diva dikisahkan menjalani kehidupan ganda. Diva juga diam-diam dikenal sebagai pelacur termahal yang memiliki kecerdasan luar biasa dan itu menjadi magnet tersendiri bagi para pelanggannya. Tiga sisi kehidupan antara Dhimas-Ruben, Ferre-Rana, dan Diva, terjalin benang merah yang dirajut oleh Supernova, sesosok tokoh dunia maya yang hanya muncul di internet dan menjadi konsultan banyak orang. Penelusuran spiritualitas yang berdampingan dengan eksplorasi saintifik ini berujung pada pertanyaan besar: siapakah gerangan sesungguhnya Supernova? Dan bagaimana kehidupan setiap tokoh saling menyentuh dan mempengaruhi satu sama lain tanpa mereka sadari.
Karya debut ini mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan dan melambungkan nama Dee sebagai wakil generasi sastra Indonesia tahun 2000 (“Dari Fanshori ke Handayani” Taufik Ismail).

Read more...

cinta Vs benci???

Sering tak disadari, kita berpikir hampir selalu dalam dikotomi...
Salah vs benar
baik vs buruk
laki vs wanita
gelap vs terang
siang vs malam
on vs off
termasuk Cinta vs Benci...

kadang kita menganggap itulah lawan kata dari yang sebelumnya...
tapi benarkah demikian?
benarkah salah selalu berlawanan dengan benar?
benarkan baik selalu berlawanan dengan buruk?
benarkah laki selalu berlawanan dengan wanita?
benarkah gelap selalu berlawanan dengan terang?
benarkah siang selalu berlawanan dengan malam?
benarkah cinta selalu berlawanan dengan benci?

Benarkah lawan dari CINTA itu adalah BENCI?

Ketika seseorang seringsekali bercerita tentang kebenciannya pada sesuatu, apakah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak cinta?

salah seorang tokoh besar, Fariduddin al Attar pernah bercerita, bahwa ada seorang tokoh (?) yang berkunjung ke tempat Robi'ah al adawiyah, ulama besar ahli mahabbah,
si tamu tersebut selama berada di tempat robiah yang diceritakan adalah betapa jeleknya dunia itu, betapa buruknya dunia itu, betapa menipunya dunia itu, dan betapa ia bencinya dunia itu.
Robi'ah tersenyum...
dan ketika si tamu itu berlalu, Sofyan At Tsauri, sahabat Robiah yang juga sedang berkunjung ke situ bertanya pada Robiah,"Benarkah orang itu benci kepada dunia?"
Robiah tersenyum dan berkata,"Bagaimana mungkin dia membenci dunia? yang ada di pikiran dan perasaannya hanyalah terisi dengan dunia dan urusannya"

Dzunnun al Mishri, satu waktu di datangi salah seorang muridnya,"ya Guru, kata muridnya, aku sudah beribadah kepada Tuhan selama 30 tahun yang menurutku aku juga sungguh2. Siang puasa, malah tahajud dan selain amalan wajib, yang sunnah2 juga aku kerjakan. tapi bukannya aku tidak puas dengan keadaanku, tetapi mengapakah tidak ada sedikitpun tanda2 yang datang dari Tuhan tentang apa yang telah aku lakukan ini?"
Dzunnun menjawab,"kalau begitu, nanti malam kamu makan yang banyak, dan jangan sholat isya"
Si murid agak heran juga mendengar saran gurunya, tapi ia mengangguk dan pulang.
Keesokan harinya, ia datang ke Dzunnun dan bercerita,
"Alhamdulillah guru, semalem saya mendapatkan tanda itu dari Allah swt, aku sudah menuruti saran guru untuk makan yang banyak, tetapi aku tidak tega untuk meninggalkan sholat wajib isya. Kemudian malam harinya, aku bermimpi di datangi oleh Rosulullah saw dan beliau bersabda,"wahai fulan, tenangkan hatimu, Allah mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bersabarlah dan ikhlaslah." dalam mimpi itu saya mengangguk, kemudian Rosulullah saw bersabda lagi,"Dan sampaikan pada Dzunnun Al Mishri bahwa Allah berpesan agar ia jangan menyarankan muridnya untuk tidak sholat isya"

Mendengar itu Dzunnun tertawa sampai keluar air matanya..
kemudian ia berkata,
"Jika kamu tidak bisa mendekatiNya melalui Kasih SayangNya, maka dekatilah ia melalui rasa marahNya"

Dan baru saja kemaren saya tertegun ketika membaca buku "Secret of Power Negotiating", di dalam buku itu, Roger Dawson menulis,"apakah lawan CINTA itu adalah BENCI ??" , Tidak !! katanya, Lawan CINTA itu adalah KETIDAKPEDULIAN...

Bagi seorang Pecinta, kebencian dari sang kekasih itu lebih berharga dari pada KETIDAKPEDULIAN dari yang dicintainya...

Seseorang bersyair..
"ya kekasih...dari pada engkau memalingkan wajahmu dariku, lebih baik, sakiti aku dan marahi aku dan bencilah aku...itu lebih baik..sebab kemarahanmu, dan kebencianmu, itu adalah salah satu bentuk kepedulianmu kepadaku"

hati seorang pecinta..
lebih memerlukan kepedulian dari yang dicintai..
dari pada ketidak peduliannya..
baikpun kepedulian itu berwujud kasih sayang yang dicintainya...
ataupun kepedulian itu berwujud amarah dan bencinya...

"KETIDAKPEDULIAN adalah lawan dari CINTA"


take from:
www.huttaqi.com

Read more...

Rabu, 21 April 2010

Kebudayaan Indonesia Kita


Indonesian culture is a culture that can interpret as cultural unity of the whole region in Indonesia. Love To Grow a sense of Indonesia in connection with Indonesian Stop Dreaming Start needed in Empower back because right now Indonesia is undergoing a shift from the cultural values of local culture that is indigenous to Indonesia to start a love of foreign culture. Stop Dreaming Start the need for this with the Indonesian culture seems to love in return to instill in each individual of Indonesian citizens.

With the rapid advancement of technology in which information can enter whatever we participate in community life also affect tergesernya Indonesian cultural values this. Especially the young generation of this nation. Many of us see around us how young Indonesian driving most of the foreign culture rather than culture of Indonesia itself. In worrying about the Indonesian culture only as a supplement in certain events such as commemorating the independence of Indonesia. It is undeniable that the Indonesian culture also formed because of the influence of foreign cultures, but that was before the time when the royal era.

Indonesian culture although varied, but basically formed and influenced by other great cultures such as Tiong hoa culture, Indian culture and Arab culture. Indian culture, especially coming from the spread of Hinduism and Buddhism in the country of Indonesia long before Indonesia was formed. Kingdoms to adopt the religion of Hinduism and Buddhism could dominate the archipelago in the 5th century AD marked the founding of the oldest kingdoms in the archipelago, Kuai, until the late 15th century AD.

Tionghoa enter and affect the culture of Indonesian culture because intensive trade interaction between the merchants Tionghoa and Nusantara (Sriwijaya). In addition, many are also entered with foreigners coming Sino-resident foreigners from southern China and settled in the archipelago. They settled and married local residents to produce a combination of local culture and unique Tionghoa. This kind of culture which later became one of the roots than modern local culture in Indonesia such as Java and the Betawi culture.

Arab culture entered along with the spread of Islam by Arab traders who stopped on their way to the archipelago in China.

The arrival of European explorers since the 16th century to the archipelago, and the subsequent ongoing occupation, bring various forms of Western culture and forms of modern Indonesian culture as can be found now. Technological, organizational and political systems, social systems, various cultural elements such as the economy, and so on, many who adopt Western culture gradually integrated into society.


Read more...

Minggu, 20 Desember 2009

kesalahan dalam bercinta

Jatuh cinta itu relatif. banyak banget suka duka orang yang mengalami "cinta". Mungkin karena ada salah paham,, dan problem lain yang hinggap di kehidupan kita.Nah... agar kita bisa menyeimbangkannya,,,Berikut ada 10 kesalahan dalam menjalin hubungan yang aku dapet di internet yang kerap dilakukan ketika seseorang jatuh cinta, mudah2an bisa membantu kita untuk instrospeksi diri. Meskipun aku mengambilnya dari net juga,,,, tapi insya Allah akan berguna bagi orang yang membacanya.
"LET'S READ TOGETHER YUUUK,,,,,,,,,,,"!!!!!

Menciptakan hubungan asmara tanpa membangun persahabatan dengannya.
Kala sedang jatuh cinta, kita tentu akan merasakan perasaan sayang yang sangat mendalam. Tapi yang perlu diingat, jangan lupa luangkan waktu sedikit banyak untuk mengetahui atau memperhatikan apa yang sesungguhnya ia inginkan atau ia perlukan. Sisihkan waktu untuk mempelajari kepribadiannya dan bukan hanya fisik semata. Toh akhirnya kepribadian akan lebih menarik dari segalanya.
Tidak jujur kepada diri sendiri.
Seringkali orang yang sedang jatuh cinta memberikan batas toleransi yang berlebihan kepada pasangan. Mereka berpura-pura seolah-olah sikap pasangan bukan merupakan gangguan yang besar pada diri mereka atau mereka berharap agar masalah itu selesai seiring dengan berlalunya waktu. Segala kesalahan-kesalahan yang diciptakan pasangan juga bukan sebuah persoalan besar yang padahal ini sewaktu-waktu akan menjadi bom waktu yang akan membuat hubungan tersebut tidak lagi berjalan normal.

Tidak “memperhatikan” diri sendiri selama menjalin hubungan asmara.
Banyak orang yang lupa “memperhatikan” dirinya sendiri selama menjalin hubungan asmara. Kebanyakan orang yang sedang dimabuk cinta ingin selalu berduaan dengan kekasihnya. Sebentar-bentar rasa kangen mendera. Meski sudah menelphone dan juga bertemu beberapa waktu kemudian seakan lupa dan ingin sekali bertemu.
Akibatnya orang-orang di sekitar mereka merasa diabaikan sehingga lambat laun tanpa mereka sadari teman-teman pun menjauh. Ini mempunyai akibat yang buruk di masa mendatang. Kita akan dicap kuper dan bila kita sedang jenuh bersama sang kekasih, tidak ada seorang teman pun yang bersama dengan kita. Bila hubungan tersebut tidak berjalan dengan baik, kita seolah melihat diri kita tengah berjalan pelan sementara orang lain sudah berlari dan jauh berada didepan kita.

Menggantungkan kebahagiaan diri kita ke pasangan.
Jika selama ini kita berpikir bahwa kebahagiaan kita bergantung pada pasangan, maka kita salah. Kita boleh jatuh cinta pada siapa saja namun tidak berarti bahwa orang tersebut dapat membuat kita bahagia. Kebahagiaan diri kita bergantung pada kita sendiri dan jangan sesekali kita memusatkan seluruh hidup dan perhatian hanya pada satu orang saja karena jika demikian, berarti kita telah menutup wawasan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik bagi diri kita sendiri.
Cinta membutuhkan waktu.
Seringkali seseorang lupa akan point yang penting ini. Cinta selalu membutuhkan waktu, baik untuk mengenal maupun untuk bertumbuh. Terlalu cepat memulai suatu hubungan berakibat kurang baik karena mungkin kita belum mengenal dengan baik karakter pasangan, sebaliknya jika kita terlalu terburu-buru mengambil keputusan untuk meninggalkan pasangan hanya karena permasalahan sepele juga kurang bijaksana. Karena itu sebaiknya beri waktu yang cukup bagi diri sendiri untuk mengenal pasangan.
Terlalu fokus pada sex.
Kita harus menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang senang menjadi objek sex. Jangan jadikan sex sebagai prioritas suatu hubungan, sebaliknya jadikan sex hanya sebagai pemanis dalam hubungan berdua (dengan catatan sex hanya boleh di lakukan bagi mereka yang sudah terikat oleh pernikahan). Terlebih pasangan mana yang ingin calonnya sudah rusak. So, fokuskan perhatian kita dalam membangun jalinan asmara yang solid bersamanya. Buatlah rencana yang jelas untuk masa mendatang.
Berkencan tanpa tujuan yang jelas.
Kencan memang merupakan aktivitas yang seru dan menyenangkan, namun jika kita tidak mempunyai tujuan yang jelas dan tidak tahu apa yang kita cari atau kita inginkan maka cepat atau lambat hal ini akan membuat diri kita menjadi lelah baik secara fisik maupun mental. Jadi lebih baik tentukan dahulu apa yang kita cari dari suatu hubungan asmara dan apa yang kita inginkan dari calon pasangan.
Tinggalkan prinsip bahwa sex dapat menyelesaikan semua masalah.
Walaupun kita bersedia menyerahkan diri kita seutuhnya kepada pasangan, tidak menjamin bahwa pasangan akan setia atau tidak akan meninggalkan kita. Segera ubah pola pikir kita. Jangan biarkan diri kita dibodohi dengan iming-iming jika kita bersedia melakukan hubungan sex maka pasangan akan semakin mencintai kita. Itu justru membuktikan bahwa pasangan tidak mencintai kita dan hanya menginginkan kesenangan semata.
Memprioritaskan kecantikan fisik.
Ini juga merupakan salah satu hal yang kerap terjadi. Umumnya kecantikan fisik menduduki skala prioritas utama dari pada kecantikan batin. Padahal kecantikan batin jauh lebih bermanfaat dan tahan lama.
Kembali melakukan kesalahan yang sama.
Pernahkah kita mengintrospeksi diri mengenai kegagalan asmara kita di masa lalu? Sebelum memulai hubungan yang baru, ada baiknya kita mengintrospeksi diri dan melihat kembali dimana kesalahan kita. Dengan mengetahui letak kesalahan, kita dapat belajar untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

"SEMOGA BERMANFAAT"

Read more...

Jumat, 27 November 2009

My Inspi.......

Seluruh alam semesta ada dalam dirimu. Dan segala sesuatu yang ada di dalam dirimu juga ada dalam penciptaan. Dalam satu tetes air terhadap rahasia samudra tak terbatas.
Satu manifestasi dirimu sendiri bermuatkan manifestasi segenap kehidupan

Read more...

SAYANG

Sayang itu menjelma kasih yang menutupi segala buruk rupa. Kasih itu panjang sabar, tidak mementingkan diri sendiri. Kasih itu lembut. Kasih ibarat pohon yang menghasilkan buah. Seperti putik, kasih mengeluarkan kuntum. Kuntum mengeluarkan bunga, bunga kemudian berkembang menjadi buah. Buah itu kemudian ranum dan siap di santap.
Santapan itulah cinta yang utuh, tak terbagi. Adakah yang lebih indah dari cinta yang utuh? Bukankah cinta adalah kata yang menguraikan makna bahagia? Ia berbuah dalam laku dan perbuatan. Dalam pelukan dan ciuman. Dalam senyum dan tawa. Dalam kata-kata yang mengandung kebenaran. Dalam sikap dan tindakanPhotobucket

Read more...

Kamis, 05 November 2009

my feel...................

Air mata adalah simbol kepekaan jiwa
Jiwa yang kering tanpa cinta
Mustahil mampu mengeluarkan air mata
Sebab air mata adalah milik jiwa-jiwa yang terbuka

Read more...

Jumat, 30 Oktober 2009

inter...............

tiada awal dan akhir, tiada sebab dan akibat, tiada ruang dan waktu
yang ada hanyalah ADA, terus bergerak, berevolusi, dan berekspansi
sia-sia lah orang yang menjadi batu di arus ini
yang hanya menginginkan kepastian
tapi justru di dalam ketidakpastian manusia dapat berjaya, menggunakan potensinya untuk berkembang.

Read more...

Jumat, 23 Oktober 2009

Why???

Disaat seperti ini
Ijinkan aku mempertanyakan
Dimana kau letakkan aku
Adakah aku seharga cincin
Yang melingkar manis di kelingkingmu
Ataukah seperti rembulan disiang hari
Yang tak indah lagi bila kau lihat
Ataukah namaku
Hanya melintas sekilas di waktu kosongmu
Untuk kemudian menyublim
Seperti arwah tersedot surga
Mengertikah kini dirimu, Dear
Karna itulah aku ingin hidup nyata..............

Read more...

Rabu, 21 Oktober 2009

"About The Time"

24 jam, 365 hari, itu cuma satuan. Tapi coba kita sedikit lebih akrab dengan waktu. Bukan cuma di lihat dari sisi mekanisnya saja, tapi dari sisi yang lebih pribadi. Kalau kata Einstein, waktu itu seperti karet, elastis. Ada 3 perspektif disini. Pertama, waktu yang mekanis. Tik-tok tik-tok, jam di dinding. Kedua, waktu yang relatif. Dan ketiga, waktu yang ilusif. Bertolak dari premis bahwa waktu itu tidak ada. Jadi pertama adalah kemarin dan kemarin adalah ilusi., tahun lalu cuma ilusi, hari ini juga ilusi. Generator acak ini bisa kita rasakan waktu kita benar-benar bangun dari tidur. Kosong, dan tidak ingat apa-apa. Sampai akhirnya corteks membanjiri kita dengan berbagai informasi, mengingat nama kita siapa, sejarah kehidupan kita bagaimana, hartamu apa saja, dsb.
Kita ingat waktu kosong itu, cepat sekali. Kurang dari satu detik. Waktu adalah konsep hasil terjemahannya korteks. Dan ingat, otak kita melakukannya di bawah sadar, semacam servis cuma-cuma. Karena kita tidak sanggup mengerti arti keos yang sebenarnya. Yaitu? Kekekalan, dan korteks menerjemahkannya maenjadi masa lalu, masa sekarang, masa depan. Mati dan hidup tak lebih dari sekedar pengalaman.
Waktu adalah catatan penunjang dari suksesi alam. Tapi lucunya konsep waktu di munculkan manusia di level pikiran, bukan fisik. Sel sendiri tidak mengenal konsep waktu. Tanpa ada sangkut pautnya dengan hitungan detik.Manusia sendirilah yang mengadakan linearitas waktudan setuju untuk mengikutinya. Masa lalu, masa sekarang, masa depan, sesungguhnya hanya satu gerakan tunggal, yaitu "kekekalan". Nah kalau masa depan cuma ilusi, bagamana dengan ramalan, clairvoyance, horoskop, dan sejenisnya itu?
Dalam kekekalan hadir segala-galanya. medan matriks yang tak terhingga berisi segala probabilitas dan potensi. Namun kita menjalaninyadengan tendensi. Tendensimu akan memanifestasikan potensi tertentu. Tidak ada kemutlakan.Tapi pointnya adalah potensi yang termanifestasi dan tidak, nilainya sama-sama saja. Tidak menjadikan yang satu lebih penting daripada yang lain. Itulah dahsyatnya "kekekalan".

Read more...

Patung Dewi Kwan Im

Patung Dewi Kwan Im

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP